Submitted by admin on Thu, 06/17/2021 - 00:46

Tetapi bagaimana jiwa bisa membenci al-haq dan tidak berlapang dada dengannya?

Pahamilah, sesungguhnya kebencian jiwa pada al-haq bisa karena banyak faktor. Diantaranya kebencian jiwa pada taklif (pembebanan syariat) seperti dalam sabdanya shalallahu alaihi wassalam:

حُفت الجنة بالمكاره

“Janah itu diliputi dengan perkara-perkara yang dibenci jiwa.” (Shahih Muslim)

Faktor lainnya penerimaan jiwa pada kebatilan dan terlalu lama berinteraksi dengannya. Sebab itu orang yang berakal ketika menemui kebatilan sejak awalnya tidak berlapang dada dengan kebatilan tersebut. Bahkan dia akan memaksa mengikuti al-haq walaupun tidak menyukainya. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dari Anas sesungguhnya Nabi shalallahu alaihi wassalam berkata kepada seseorang:

أَسْلِمْ تَسْلَمْ قال: إني أجدني كارهًا، قال: أَسْلِمْ وإن كنت كارهًا

“Masuk Islam! Kamu selamat! Dia menjawab: Saya menemukan dalam Islam perkara yang tidak saya sukai. Beliau bersabda: Masuk Islam meskipun kamu mendapatkan perkara yang dibenci!”