Submitted by admin on Fri, 06/04/2021 - 09:55

Sebab itu datangnya ketenangan dan ilmu bisa membuat jiwa menjadi lapang dan lega. Keadaan yang menjadikan seseorang menjadi paham dan mengerti secara sempurna. Inilah yang disebut kegembiraan iman dan ilmu sebagaimana firman Allah ta’ala dalam surat Yunus:

يَاأَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ (57) قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. Katakanlah: ‘Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan’.” (Yunus: 57-58)

Inilah satu-satunya jenis kebahagiaan yang terpuji dalam Al-Quran yaitu kegembiraan kaum mukminin dengan ilmu dan ketentraman seperti firman Allah ta’ala:

مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ

“Pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit.”

Sedangkan kegembiraan selain itu adalah tercela bahkan menjadi sebab azab Allah ta’ala atas mereka pada hari kiamat seperti firman Allah ta’ala subhanahu dalam surat Ghafir yang menerangkan sebab azab pada mereka:

ذَلِكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَفْرَحُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَبِمَا كُنْتُمْ تَمْرَحُونَ

“Yang demikian itu disebabkan karena kamu bersuka ria di muka bumi dengan tidak haq dan karena kamu selalu bersuka ria (dalam kemaksiatan).” (Ghafir: 75)

Allah subhanahu wa ta’ala juga telah menerangkan diakhir surat ini kegembiraan batil dengan firman-Nya:

فَلَمَّا جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَرِحُوا بِمَا عِنْدَهُمْ مِنَ الْعِلْمِ

“Maka tatkala datang kepada mereka rasul-rasul (yang diutus kepada) mereka dengan membawa ketarangan-keterangan, mereka merasa senang dengan pengetahuan yang ada pada mereka.” (Ghafir: 83)

Kegembiraan tersebut diatas adalah kegembiraan yang batil. Sedangkan kelapangan dalam surat Asy-Syarah merupakan kelapangan dada bersamaan dengan kedatangan nubuwat yang menghasilkan ketentraman dan ilmu.